kudekati dia dan kubisiki, “suatu saat kita kerjain dia berdua ya” kataku sambil kembali ke ruanganku.Yah, setiap tanggal 12 Kevin datang membayar cicilannya di kasir dia pun melunasi hutangnya pada mekiku yg masih membutuhkan kontol super enak milik Kevin. “Tenang mbak Nia aku tahu apa yg kamu inginkan…! Bokep HD mau dibantu?” entah sudah berapa lama dia berdiri disitu tapi yg pasti dia sudah menurunkan celana kainnya itu.“Mas jangan kurang ajar ya!” kata ku setengah menghadik dan mencoba mengembalikan wibawaku yg sempat anjlok gara-gara apa yg kulakukan diketahuinya.“Sudahlah mbak Nia cuma aku yg tahu kok!” katanya sambil matanya melihat apa di balik rok yg masih belum kuangkat, saat aku akan membetulkan rok ku Kevin sudah mendekapku dari belakang.“Lepaskan!” teriakku.“Lepas mas, aku sudah punya suami…” aku kembali berteriak memohon agar dilepaskan, tapi tangannya terlalu



















