“Lu pengen man?”, tanya Zenit.“Kan itu namanya pesta bro…”, jawabku.“Hmm, gini aja deh…”, dia memberi solusi. Dia mulai menari seirama dengan lagi yang ku putar.“Heavy Rotation”, lagu AKB48 itu menjadi pengiring tarian Minoru. Bokep Dengan motor pemberian Herman, Kawasaki Ninja 150RR, kupacu menuju ke sana.Zenit rupanya sudah menunggu di meja sudut sana, dengan meja yang penuh dengan minuman keras serta bungkus rokok. Aku pun menelanjangi diriku sendiri, kontolku sudah mengaceng keras. Nikmat sekali, malam itu sangat indah bisa menikmati gadis secantik Minoru.“Terima kasih…”, kataku kemudian membiarkan Minoru berpakaian kembali. Zenit kali ini ingin berpesta untuk kemenangannya melalui masa perkuliahannya.“Selamat bro… IPK 4 nih pastinya…”, olok ku lalu duduk bersamanya.“Hahaha, enggak lah, cukup-cukup saja…”, jawabnya sambil memberikan sebotol bir Guinnesse padaku.“Kita senang-senang dulu hari ini…”, kata Zenit.Kami pun mulai minum.




















