Kulepas sepatu, kumasukkan seluruh pakaiannku termasuk dalaman dan kaus kaki ke dalam tas plastik tempat cucian, lalu kutaruh di luar pintu kamar agar besok pagi siap untuk another flight. “ooo….” “ya udah, nanti aku yang tlepon kamu OK?” ” iya mas” “namamu siapa ?” tanyaku sambil melirik kartu nama di dada kirinya “Ana….kalo mas?” “nanti ditelepon aja, dinding-dinding sini bertelinga” kataku sok gentle Kuterima kunci kamar yang ia sorongkan, tak luput aku pegang tanganya yang menjulurkan kunci. Video bokep tubuhnya biasa, tingginya biasa, hanya saat kami bertemu pandang ada sedikit aliran darah yang yang ‘salah’ masuk urat rasanya…heh…heh….. Jam enam kurang satu menit, masih dengan tubuh basah aku keluar dari kamar mandi karena telepon berbunyi. “makasih, sibuk ya?” “belum” “banyak tamu” “biasa mas” “nanti ngobrol yuk” “ini juga ngobrol” katanya “Temen kamu mana




















