Ada apa ya..?!”, jawabku.“Nggak tadi Widi telepon, kasi tau katanya kamu bisa pinjemin aku duit buat bayar SPP?!” sambungnya.“Oh.. Bokep HD Masa sih dari tadi kau gak Sitat toket gue yang terayun ayun gini” katanya sambil memegang toketnya denga dua tangannya.Tampaknya dia sudah mulai rilex denganku karena sudah memakai bahasa lu-gue.“Iya serius, aku belum bisa Sitat jelas tuh!”Kemudian ia menarik baju seragamnya ke belakang, sehingga toketnya yang tadinya tersamar di balik seragamnya. Aku tahu bahwa ia merasa tersiksa dengan keadaan seperti itu, tapi kelelahannya membuat ia dapat tertidur pulas.Sita tidur lebih dulu, mungkin karena kelelahan, sedang aku hanya tersenyum melihatnya seperti itu, karena seperti yang telah ia katakan, ia bersedia melakukan apapun yang kuminta asalkan itu membuatku senang.Dan iapun hanya tersenyum dan mengangguk saat tadi kukatakan bahwa kini dia adalah pecunku.




















