Dia.“Ayo naik Ermita.”“Naik kemana?”“Ayo naik saja.”“Nanti ada yang marah.”“Siapa yang marah? Bokep Aku akan memberi dana seratus juta untuk kesediaannya. Tapi aku akui, dia punya kecantikan yang mempesona, kecantikan alami dan juga kepribadian yang membangkitkan rasa ingin tahu.Dan entah sudah untuk ke berapa kalinya aku menunggu di depan sekolah yang dia sebut tapi aku tetap saja tidak melihat dia. Sesudah ini kamu tidak boleh tambah lagi. Aku sekarang sudah mengenal Ermita, bukan saja semua bagian tubuhnya yang nikmat, tetapi juga pribadinya yang polos dan jujur. Aneh kok aku bisa tertarik pada gadis kampungan seperti Ermita yang makan pizza-pun tak pernah sebelumnya. Aku akan memberi uang masuk.”“Saya mau digugurkan saja”, katanya.Aku mengkertakkan gerahamku menahan marah.“Kamu mau apa tidak?!”, teriakku.




















