Yayasan Bunda Tomoa, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Saat itu, aku benar-benar sendirian. Bokep HD Aku berteriak.“Ini akibatnya kalau jadi perempuan genit!!”Tomo menariknya lagi untuk kedua kalinya, pakaian dalamku semakin terlihat. Kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan ketika aku berusia 11 tahun. Aku lumayan capek, tapi aku senang. Dan semalaman dia tidur sambil memelukku dengan hangat.“Aku..aku..sayang Tomo”“Tomo adalah milikku..hanya milikku seorang”Pikiranku berputar-putar memikirkan hal itu. Dia memperhatikanku sejenak dan senyuman misterius itu hadir lagi.Dia pun membungkukkan tubuhnya,“Hey, tukang ngintip cilik. Aku takut dibenci. Aku memekik dan mulai menangis.“Eriik!! Di sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku.Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. Tomo sangatlah baik padaku. Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu.




















