Berangkatlah aku ke Bandung.Di kota ini aku tambah liar, bagaikan kuda yang lepas dari ikatan. Sangat nakal! Bokep Bagiku, inilah pertama kalinya aku melihat tubuh mulus seorang perempuan secara nyata. Walaupun demikian, aku tetap punya prinsip. Kuelus rambutnya. I want to continue my sleep,” kata Jeanne, dan dia memelukku semakin erat. Jeanne memandangku dengan penuh tanda tanya dan ia mengusap dadaku, kemudian mencium dadaku. Tentu saja dia menolak, tapi kupaksa karena aku sudah mata gelap. I’m fine.” Kulirik jam dinding di kamar Jeanne yang samar-samar kulihat menunjukkan sekitar pukul sepuluh pagi. Entah mengapa aku begitu tertarik dengan dia yang melenggang tepat di depanku. Di kota ini pertama kali aku kehilangan keperjakaanku oleh seorang gadis manis yang tadinya cuma iseng aku pacari (dan dia aku perawani). Ayahku sering sekali memarahi ibuku di depan




















