Pakaianku mereka lucuti hingga tersisa bra dan celana dalamku saja. Bokep Klitorisku dimainkan mereka dengan bergantian jari.Tubuhku capek sekali, mereka terus begitu hingga beberapa menit, hingga pria yang kusepong penisnya merasa cukup. Mereka tidak mau lagi menyentuh wajahku yang kotor karena muntahanku, mereka hanya berfokus di vagina dan anusku. “Aku akan ikut kamu selamanya”, aku memberikan sebuah pernyataan yang cukup membuat Alex kaget. “Apa bisa kita akhiri semua?”, tanyaku. Astaga, dia bukan sendirian, ada lima pria lain di dalam sana. “Jangan mas…”, pintaku, namun mereka tidak menghiraukan. Perutku bergejolak mual-mual, apalagi tubuhku terus digoyang dari arah vagina. “Kok rame?”, tanyaku ketakutan. Kemudian ia membelai rambutku yang hitam nan panjang, “Alex bilang namamu Madona ya?”, tanyanya, lalu mendekatkan wajahnya ke wajahku. “Apa itu?”, tanya Alex. Pria yang tadi ku sepong sudah turun dan




















