Kami perlakukan sama, sehingga boleh dibilang hanya sebatas sahabat, karena tujuanku hanya satu yakni mengharapkan bantuan kebutuhanku sehari-hari, apalagi aku sadari bahwa kemampuan orangtuaku untuk membiayai kuliahku sangat terbatas. Bokep HD Nidar hanya diam, malah semakin merebahkan kepalanya ke bahuku tanpa sadar lagi kalau ada tukang becak di belakangnya. Temanku nggak mau ke sini, capek katanya” sambil kusetel volume TV-nya.Setelah mereka selesai makan, Nidar lalu mencuci piring dan kedua orangtuanya duduk di sampingku sambil ngobrol, termasuk ia tanyakan soal rencana KKN-ku, bahkan soal-soal rencana tempat tinggalku sekembalinya kami dari lokasi KKN.“Kalau tidak keberatan Dit, kamu bisa tinggal aja nanti di rumahku setelah kembali dari KKN, kebetulan masih ada satu kamar kosong” tawarannya padaku seolah sangat serius. Kita ini berada di tengah-tengah orang banyak, nanti sikap kita ketahuan, kan malu jadinya” kataku mencoba mengingatkan.




















