Dan wajahku juga terasa tebal oleh debu. “Terima kasih Nyonya. Video bokep Saya tidak mengharapkan imbalan”, kataku tetap menolak. Karena aku harus selalu mendampinginya, tentu saja Nyonya membelikan aku beberapa potong pakaian yang pantas. “Maaf, kelihatannya kamu dan kampung..?” ujarnya bernada bertanya ingin memastikan. Aku sudah mulai kewalahan menghadapinya. Seharian ini aku kembali mencoba untuk mencari pekerjaan. “Nyonya”. Bahkan aku ke luar lewat jendela.Malam itu aku berhasil melarikan diri dari rumah Nyonya Wulandari. Kebetulan aku perlu pembantu laki-laki. Langsung disodorkan padaku. Setiap hari aku berjalan. Tanpa membuang-buang waktu lagi, aku bergegas meniggalkan rumah itu. Memang tidak kecil biayanya. Tapi aku tidak pernah memikirkan biayanya. Aku baru menyadari kalau ternyata Nyonya Majikanku itu seorang maniak, yang tidak pernah puas dalam bercinta di atas ranjang.Bukan hanya malam saja.




















