Dia membayar kamar tersebut.“Kok hotel pada penuh ya?” tanya dia saat menekan pin kartu debitnya di mesin EDC.“Lagi ada munas partai pak, jadi banyak tamu yang datang.”“Ohh… Pantesan banyak bendera partai di pinggir jalan.”“Ini kuncinya,” kata si resepsionis. Tentu yang muncul di pikiranku adalah soal selera seksualnya itu. HD Bokep keluar..rin.. Kami tertawa. Cuma yaa…. “Mungkin aku berani kayak gitu karena nganggep kamu sebagai teman di internet doang.. ajjj…ja..”Dia mendongakkan kepalanya menatap langit-langit hotel sambil terus memompaku. “Pesan air mineral gak dingin ya, Mas!”“Air mineral gak dingin satu. “Tapi kamulah yang nanti menentukan hasil akhirnya akan jadi seperti apa.”Semua keputusan ada di tanganku. “Kalau aku boleh nebak, yang kamu tahu soal seks hanya sebatas yang kamu baca dari cerpen-cerpen dewasa kan?”Aku terdiam memerhatikan tebakannya.“Diam berarti iya,” katanya melanjutkan.




















