Wajahku merah padam. HD Bokep Aku jelas mendengarnya dari sini. Aku masih diam saja. Kini dia pindah ke selangkangan, agak berani dia masuk sedekit ke selangkangan. Sebentar lagi Mbak Mirna yang punya salon ini datang, bdiasanya jam segini dia datang. Makin lama makin jelas. Suara yang kukenal, itu kan suara yang meminta aku menutup kaca angkot. Turun tidak, turun tidak, aku hitung kancing. “ Siapa Mbak..? Haruskah kujawab sapaan itu ? Kantorku sudah terlewat. Ah. Lalu dia kembali memijat pangkal selangkanganku. “ Si Dila, yang tadi. Tapi tidak apa-apa toh tipuan ini membimbingku ke alam lain. Hanya suara kebetan majalah yang kubuka cepat yang terdengar selebihnya musik lembut yang mengalun dari speaker yang ditanam di langit-langit ruangan.Langkah sepatu hak tinggi terdengar, pletak-pletok-pletok.




















