Benar-benar butuh refresment hari itu. Kadang-kadang aku berpikir dibayar pun tidak mau aku untuk tidur dengan mereka dengan wajah mengerikan yang mereka miliki. Bokep HD Aku sudah beres-beres ketika interkom itu berbunyi lagi. Kami mengobrol panjang lebar hingga tengah malam. “Rick, aku harus pergi sekarang,” ia diam sejenak, “Nanti sore kau boleh telepon aku.”
“Thanks Fell,” aku berdiri mendekat, kukecup keningnya dan kutinggalkan ia. Sampai-sampai sempat aku berpacaran dengan 2 wanita lain sekaligus ketika aku berpacaran dengannya. Benar-benar butuh refresment hari itu. Aku juga dapat sebenarnya. -Mereka Salah-) luluh kalau berhadapan dengannya.Hari Senin di kantor. Tanpa perhitungan.”
Senyumku berubah kecut. Bingung? Tapi rumah siapa ini? Itu yang ada di otakku.




















