Ko Aseng, demikian tetangga dan kerabat memanggil saya. Bokep Si preman melirik foto keluarga saya di atas meja.“Boleh, utang lo gua potong setengah, tapi anak gadis lo yang gede buat gua!” ujar si preman yang berkulit hitam.“Jangan! Gua ga bakal perkosa anak lo.”Saya merasa sedikit lega mendengar perkataan itu, hingga si Hitam melanjutkan perkataannya, “Iya, kita gak perkosa memeknya, tapi siapa yang tahan liat pantat semontok itu!” kata si Hitam, sambil menepuk pantat Dian. Ia membalikkan meja makan yang berada di depannya.Cepat cariin tuh cewe sekarang juga!” perintah si hitam ke kedua temannya. Sekali lagi gerak, pantat lo kita jebolin!” Dian yang takut mendengar ancaman itu hanya diam saja, sambil mulai menangis.




















