Kenyataannya kisah ini masih berlangsung, sekarang Toni sudah SMA dan masih tetap dalam bimbinganku. Wajahnya, perilakunya persis bapaknya, nilai kesopanannya agak kurang bila dibanding dengan anak-anak di kampungku.Maklumlah ia adalah anak pejabat tinggi. Bokep Sambil basa-basi kutanyakan sekolahnya, tampaknya kemampuannya di sekolah biasa-biasa saja, terbukti dengan kekurang antUmursannya bicara tentang sekolah. Toni pun belum tidur, ia lagi asyik nonton televisi di ruang keluarga.Akhirnya timbul niat burukku untuk memperdaya Toni, namun bagaimana caranya? aku tidak tanya. Mbak.. Anak itu memanggilku Mbak maklum dia masih SMP dan usinya pun masih 14 tahun. Ia lebih suka bicara tentang video game dan balap motor.Kupegang tengkuknya dan kupijit sambil kukatakan, “Kamu pasti capek, sini Mbak pijitin..”Dia pun diam saja, maklum dia adalah anak yang manja.




















