Saya arahkan prop USG tepat di jantungnya, dengan pembesaran 200 X, saya mulai “membaca” ruang-ruang jantungnya. Bokep Saya isap-isap dan gigit-gigit pelan payudaranya. Kali ini, sungguh sulit saya orgasme, konsentrasi saya buyar total, setelah Rini memanggil saya dengan sebutan
“Mas”, aduh saya ini boss-nya. USG (Ultra Sonografi) 3 dimensi berwarna. Saya mengangguk. “Ayo kita pulang” saya mengingatkan, jam sudah menunjukkan jam 2 malam.Segera kami berdiri dan merapikan baju, Rini kekamar mandi membersihkan sisa-sisa sperma yg berleleran di vaginanya.Saya sekarang sendirian di ruang elektronik, lampu sudah saya hidupkan kembali, sambil merokok dan menunggu Rini kembali ke ruang ini, saya termangu-mangu.“Aduh, sekarang dia panggil saya Mas, padahal saya bossnya, belum lagi kalau dia hamil”.




















