“Jhony.”
“Hm..”
“Tatap mataku, Jhony.” Aku menatap bola matanya. Bokep Aku menengadah. Aku dapat melirik sebagian kulit paha yang berwarna gading. Hmm..!”
“Sekarang masuk ke dalam!” ulangnya sambil menunjuk kolong mejanya.Aku merangkak ke kolong mejanya. Mbak Lia terkejut sejenak, lalu ia tertawa manja sambil mengusap-usap rambutku.“Rupanya kau sudah tidak sabar ya, Jhony?” katanya sambil melingkarkan pahanya di leherku. “Jhony, nikmat sekali sayang.. Rongga dadaku mulai terasa sesak. Sebagai gantinya, kedua tangan Mbak Lia menjambak rambutku. Ia berasal dari sebuah perusahaan konsultan keuangan.Usianya kutaksir sekitar 25 hingga 29 tahun. Jhony! Ia tersenyum menatap hidungku yang telah licin dan basah. Sambil mengusap-usap rambutku, diangkatnya kaki kanannya sehingga roknya semakin tersingkap hingga tertahan di atas pangkal paha.“Suka Jhony?”
“Hmm.. Terasa sangat berat menjawab pertanyaan sederhana itu. Aah, aku menghembuskan nafas.




















