Aku betul-betul ingin membalas semua kenikmatan yang sebelumnya diberikan Pak Zaim terhadapku, tidak peduli lagi status dan perbedaan usia kami. Dengan jebloknya nilai ulangan-ulanganku, mulai sekarang aku harus berusaha sangat keras supaya bisa lulus.“Kamu mengerti situasimu kan?” tanya Pak Zaim.“Sudah lama Bapak ingin merasakan memek mu yang wangi, tidak disangka hari ini kamu menyerahkan diri,” ujarnya sambil tertawa keras selagi tetap memegangi mulut dan kedua tanganku.“Kamu nggak usah macam-macam, layani saja Bapak, maka kamu nggak perlu mengkhawatirkan nilai-nilaimu yang jeblok itu. Video bokep Memekku dan penis Pak Zaim yang terbenam seluruhnya terasa sangat basah dan aku kesulitan mengatur nafasku di bawah tindihan tubuh Pak Zaim.“Nikmat sekali kamu Ayu,” ujar Pak Zaim sambil tersenyum ke wajahku.Kubalas lemah senyumannya sambil merasakan kenikmatan ini. Kemudian dipeluknya tubuhku, kubalas pula dengan erat sehingga terasa keringat kami berdua










