Kelvin menjemputku di kantor lagi malam itu. Well, mungkin duit segitu tidak berarti apa-apa buatnya, tapi kan bisa jadi beban untukku.Selesai dinner, Kelvin benar-benar membawaku pergi ke rumahnya. Bokep HD “Aku memang ingin kasih tahu kamu…” katanya menatapku. Ada sesuatu yang janggal.”
“Huhh?” tanyaku heran sambil membuka pintu. “Ummm…” dia menatapku dengan tampang bersalah. Ini pertanda kira-kira nafsu seks-nya juga besar dalam kamusku.Sepanjang makan siang, tidak sekalipun dia menyinggung soal pacarnya. Kelvin terlihat normal-normal saja, dia hanya tersenyum di saat kita bertatapan. Kelvin kepengin mengantar, suatu kebetulan bahwa Jumat adalah hari liburnya, selain Selasa.Aku bukan mau belanja. Aku hanya tersenyum. Tapi karena tidak ingin kelihatan desperate, aku mengungkapkan bahwa aku mengkhawatirkan mobilku yang masih parkir di lapangan kantor, dia bilang tidak usah takut.




















