Kulihat Tante Eni melilitkan handuk ditubuhnya. Wajah yang manis, tidak berbeda jauh dengan Nenek Mega, postur tubuh yang semampai di ikuti dengan kulit putih bersih, hal ini membuat orang tidak mengira kalau Tante Eni adalah wanita kampung. Bokep “ Ma ma maaf ya Tante, ” jawabku gagap. Perlahan kulihat Tante Eni menanggalkan daster merah jambunya dan menggantungkan di gantungan. Bahkan saya sering mencandai dia karena logat bicaranya yang medok itu. Walaupun agak enggan, kulsayain juga maunya, tapi saya tidak bener-bener tiduran karena punggungku kusenderkan didinding sementara kakiku selonjoran. “ Sama-sama ya Tito, saya mau lagi nih, ayo, yuk keluarin, yuk , ahh ”.Dibalik erangannya, sayapun melolong seperti megap-megap.




















