Periuk rice cooker langsung kuangkat pakai sarung tangan dan kuletakkan di meja makan dengan alas piring lain. Entah darimana dia disambar keponakanku. Video bokep Matanya sembab karena menangis.“Om… saya hamil”, dan tangisnya tumpah meledak. Dimana rumahmu?” Dia menyebut alamatnya. Bibirnya yang merekah indah seakan mengundang aku untuk mencicipinya. Lalu kucium mesra gundukan hutan apemnya yang berdaging tebal. Apa yang dia pikirkan? Mengapa dia menelpon aku memberitahu ini?Dan benar saja. Dan bank-nya tadi sudah tutup. Kubuka pintu mobil dan dia naik, lalu mobil kuteruskan masuk ke garasi.“Bungkusan apa, Ermita?”“Nasi bungkus Om.”“Nraktir ya?”“Iya.”“Ayo kita makan.” Dari garasi kami masuk ke dapur. Desiran pipisnya membuat “adik”-ku berdenyut, tapi aku sungguh tidak ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan.











