“Enggak deh, kalo ketahuan sama Tina dan orang2 kantorku bahwa aku tidur dengan klien, bisa habis sudah
karirku”Kyle terlihat agak jengkel dengan balasanku, sementara itu Tina terus berusaha mengobrol dan bercerita
mengalor-ngidul. Bokep Kayanya kamu mabuk ya waktu itu ??”
Mukaku merah menyala di kegelapan, malu sekali rasanya.Tanpa menunggu terlalu lama untuk jawabanku, Kyle menarik lenganku lagi dan melempar tubuhku ke arah
tembok. Aku tahu Tina mesti mendapatkan sales ini untuk
memenuhi kuota bulanan.Aku meng-order minumanku, dan duduk bersama Tina. Sambil berdiri di atasku, dia menggenggam bagian
leher dress-ku dan merobek satu-satunya potongan kain di tubuhku. “cuma satu syarat, gua mesti bawa calon klien gua”, kata Tina (diterjemahkan)
“ngapain ngajakin gua, elu sendirian juga biasa bisa menangani klien, apalagi klien cowo”, memang Tina
dengan bodi yang aduhay, rambut pirang dan mata biru khas orang bule, menurutku paling cantik sekantor,
dan pintar




















