“hah, kok bisa?”. Hantu Wawan menghilang dan berubah jadi asap sehingga kami tinggal berdua lagi di ruangan itu. Bokep “udah pergi lo, gue mau ngobatin neng ini dulu, abis itu nanti gue balikin lo ke alam lo”. Di perjalanan aku terus-terusan mual, dan ingin muntah sampai-sampai aku harus berhenti untuk muntah. Wawan pun mendekati Mbah Centeng. “itu bukannya alat pendetektor logam, mbah?”. “aaahhh,,,mmhhhh,,,oohhh”. Mereka berdua mendekatiku dan mengubah wujud mereka menjadi lebih kecil sehingga sepantaran dengan Mbah Centeng. Aku merasa geli yang teramat sangat karena dia kadang-kadang menjilati ketiakku sehingga aku ingin menurunkan kedua tanganku tapi tidak bisa karena ditahan olehnya dengan kedua tangannya. Karena baru kali ini aku disuruh memilih untuk membiarkan seorang laki-laki tua mencicipi tubuh indahku atau aku terus menerus dihantui Wawan seumur hidupku.




















