Kenapa ragu? “Yang, tadi gue keluar di dalam, gue..”
“Engga usah khawatir Mas,” potongnya. Bokep akhirnya peluang buat ketemu Alia datang juga. Cewek teman selingkuhku tak secantik kedua selebritis itu. Jangan gembira dulu, kataku dalam hati. Masih ada “rem”nya. Udah biasa gitu ya?”
“Bukan begitu,” sahutku cepat-cepat. Dia sudah tak gadis lagi sejak setengah tahun sebelum bertemu aku lewat dunia maya. Aku belum pernah menikmati tubuh telanjangnya secara utuh walaupun sudah menyetubuhinya belasan kali.Kalaupun ada yang berbeda, terjadi pada pertemuan ketiga (hari ketujuh Alia di Jakarta). Tubuh langsat itu mengkilat tertimpa bias sinar matahari dari jendela kaca. Gue emang lebih suka ngeliat cewek pakai rok dibanding pake celana panjang, apalagi..”
“Apalagi apa?”
“Kalo nggak pakai apa-apa.”
“Huh, dasar.”
“Sorry.”
Aku khawatir kalau dia tak suka gurauanku yang menjurus ini. Sama siapa?” tulisku memberondong. Entah berapa kali tubuh Alia mengejang




















